Pengertian Pasar Modal
Posted: Juni 28, 2012 in EkonomiKaitkata:john downes, kamus besar bahasa indonesia, modal ventura, obligasi, pasar uang, penawaran
Secara sederhana, pasar bisa
diartikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan
transaksi jual-beli, demikian juga halnya dengan pasar modal.
Sebagaimana pasar pada umumnya, pasar modal adalah suatu tempat untuk
mempertemukan penjual dan pembeli, yang membedakannya dengan pasar
lainnya adalah objek yang diperjualbelikan. Kalau pada pasar lainnya
yang diperdagangkan adalah sesuatu yang sifatnya konkret seperti
kebutuhan sehari-hari, maka yang diperjualbelikan di pasar modal adalah
modal atau dana dalam bentuk efek (surat berharga).[1] (more…)
Uang berkembang dan berevolusi mengikuti
perkembangan sejarah. Dari perkembangan sejarah, uang dapat
dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu :
a) Uang barang (commodity money)
: alat tukar yang memiliki nilai komoditas atau bisa diperjualbelikan
apabila barang tersebut digunakan bukan sebagai uang. Namun tidak semua
barang bisa menjadi uang, diperlukan tiga kondisi utama, agar suatu
barang bisa dijadikan uang, antara lain:
i) Kelangkaan (scarcity), yaitu persediaan barang itu harus terbatas.
ii) Daya tahan (durability), barang tersebut harus tahan lama.
iii) Nilai tinggi, maksudnya barang
yang dijadikan uang harus bernilai tinggi, sehingga tidak memerlukan
jumlah yang banyak dalam melakukan transaksi.
Dalam sejarah, pemakaian uang barang juga
pernah disyaratkan barang yang digunakan sebagai barang kebutuhan
sehari-hari seperti garam. Namun kemudian uang komoditas atau uang
barang ini dianggap mempunyai banyak kelemahan. Di antaranya, uang
barang tidak memiliki pecahan, sulit untuk disimpan dan sulit untuk
diangkut. Kemudian pilihan terhadap barang yang bisa digunakan sebagai
uang, jatuh pada logam-logam mulia, seperti emas dan perak. Ada sejumlah
alasan mengapa emas dan perak dipilih sebagai uang. Kedua logam
tersebut memiliki nilai tinggi, langka dan dapat diterima secara umum
sebagai alat tukar. Kelebihan lainnya, emas dan perak dapat dipecah
menjadi bagian-bagian yang kecil dengan tetap mempunyai nilai yang utuh.
Selain itu logam mulia ini juga tidak mudah susut atau rusak
b) Uang tanda/kertas (token money)
Ketika uang logam masih digunakan sebagai
uang resmi dunia, ada beberapa pihak yang melihat peluang meraih
keuntungan dari kepemilikan mereka atas emas dan perak. Pihak-pihak ini
adalah bank, orang yang meminjamkan uang dan pandai emas (goldsmith)
atau toko-toko perhiasan. Mereka melihat bukti peminjaman, penyimpanan
atau penitipan emas dan perak di tempat mereka juga bisa diterima di
pasar.
Kelebihan dari token money adalah
biaya pembuatan rendah, pengirimannya mudah, penambahan dan pengurangan
lebih mudah dan cepat, serta dapat dipecah-pecahkan dalam jumlah
berapapun. Sedangkan kekurangannya adalah tidak bisa dibawa dalam jumlah
yang besar dan karena dibuat dari kertas, sangat mudah rusak.
c) Uang giral (deposit money)
Uang giral adalah uang yang dikeluarkan
oleh bank-bank komersial melalui pengeluaran cek dan alat pembayaran
giro lainnya. Uang giral ini merupakan simpanan nasabah di bank yang
dapat diambil setiap saat dan dapat dipindahkan kepada orang lain untuk
melakukan pembayaran. Artinya cek dan giro yang dikeluarkan oleh bank
manapun bisa digunakan sebagai alat pembayaran barang, jasa dan utang.
Kelebihan uang giral sebagai alat pembayar adalah:
i) Kalau hilang dapat dilacak kembali sehingga tidak bisa diuangkan oleh yang tidak berhak.
ii) Dapat dipindahtangankan dengan cepat dan ongkos yang rendah.
iii) Tidak diperlukan uang kembali sebab cek dapat ditulis sesuai dengan nilai transaksi.
Namun di balik kelebihan sistem ini,
sesungguhnya tersimpan bahaya besar. Kemudahan perbankan menciptakan
uang giral – ditambah dengan instrumen bunga bank – membuka peluang
terjadinya uang beredar yang lebih besar daripada transaksi riilnya.
Inilah yang kemudian menjadi pertumbuhan ekonomi yang semu (bubble economy).
Dalam arti yang paling luas, pasar tidaklah harus berarti suatu tempat, tetapi suatu institusi yang menjadi ajang operasi-operasi kekuatan yang menentukan harga. Dengan kata lain, dalam pasarlah pemasok dan permintaan beroperasi. (LeRoy Miller, 2000:23) Menurut Gregory Mankiw (2000:75) pasar adalah sekumpulan pembeli dan penjual dari sebuah barang tertentu. Menurut William A. Mceachern (tt.:98), pasar adalah sesuatu yang memungkinkan pembeli dan penjual melakukan pertukaran yang saling menguntungkan.
Pasar merupakan pranata penting dalam kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat. Pasar sudah dikenal sejak masa Jawa Kuno yaitu sebagai tempat berlangsungnya transaksi jual beli atau tukar menukar barang yang telah teratur dan terorganisasi. Hal ini berarti pada masa Jawa Kuno telah ada pasar sebagai suatu sistem. (Nastiti, 2003: 13) Maksudnya adalah pasar yang mempunyai suatu kesatuan dari komponen-komponen yang mempunyai fungsi untuk mendukung fungsi secara keseluruhan, atau dapat pula diartikan pasar yang telah memperlihatkan aspek-aspek perdagangan yang erat kaitannya dengan kegiatan jual-beli, misalnya adanya lokasi atau tempat, adanya ketentuan pajak bagi para pedagang, adanya pelbagai macam jenis komoditi yang diperdagangkan, adanya proses produksi, distribusi, transaksi dan adanya suatu jaringan transportasi serta adanya alat tukar.






0 komentar:
Posting Komentar