Selasa, 26 November 2013

0
Secara sederhana, pasar bisa diartikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual-beli, demikian juga halnya dengan pasar modal. Sebagaimana pasar pada umumnya, pasar modal adalah suatu tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli, yang membedakannya dengan pasar lainnya adalah objek yang diperjualbelikan. Kalau pada pasar lainnya yang diperdagangkan adalah sesuatu yang sifatnya konkret seperti kebutuhan sehari-hari, maka yang diperjualbelikan di pasar modal adalah modal atau dana dalam bentuk efek (surat berharga).[1] (more…)
0
Gambar
Uang berkembang dan berevolusi mengikuti perkembangan sejarah. Dari perkembangan sejarah, uang dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu :
a)      Uang barang (commodity money) : alat tukar yang memiliki nilai komoditas atau bisa diperjualbelikan apabila barang tersebut digunakan bukan sebagai uang. Namun tidak semua barang bisa menjadi uang, diperlukan tiga kondisi utama, agar suatu barang bisa dijadikan uang, antara lain:
i)        Kelangkaan (scarcity), yaitu persediaan barang itu harus terbatas.
ii)      Daya tahan (durability), barang tersebut harus tahan lama.
iii)    Nilai tinggi, maksudnya barang yang dijadikan uang harus bernilai tinggi, sehingga tidak memerlukan jumlah yang banyak dalam melakukan transaksi.
Dalam sejarah, pemakaian uang barang juga pernah disyaratkan barang yang digunakan sebagai barang kebutuhan sehari-hari seperti garam. Namun kemudian uang komoditas atau uang barang ini dianggap mempunyai banyak kelemahan. Di antaranya, uang barang tidak memiliki pecahan, sulit untuk disimpan dan sulit untuk diangkut. Kemudian pilihan terhadap barang yang bisa digunakan sebagai uang, jatuh pada logam-logam mulia, seperti emas dan perak. Ada sejumlah alasan mengapa emas dan perak dipilih sebagai uang. Kedua logam tersebut memiliki nilai tinggi, langka dan dapat diterima secara umum sebagai alat tukar. Kelebihan lainnya, emas dan perak dapat dipecah menjadi bagian-bagian yang kecil dengan tetap mempunyai nilai yang utuh. Selain itu logam mulia ini juga tidak mudah susut atau rusak
b)      Uang tanda/kertas (token money)
Ketika uang logam masih digunakan sebagai uang resmi dunia, ada beberapa pihak yang melihat peluang meraih keuntungan dari kepemilikan mereka atas emas dan perak. Pihak-pihak ini adalah bank, orang yang meminjamkan uang dan pandai emas (goldsmith) atau toko-toko perhiasan. Mereka melihat bukti peminjaman, penyimpanan atau penitipan emas dan perak di tempat mereka juga bisa diterima di pasar.
Kelebihan dari token money adalah biaya pembuatan rendah, pengirimannya mudah, penambahan dan pengurangan lebih mudah dan cepat, serta dapat dipecah-pecahkan dalam jumlah berapapun. Sedangkan kekurangannya adalah tidak bisa dibawa dalam jumlah yang besar dan karena dibuat dari kertas, sangat mudah rusak.
c)      Uang giral (deposit money)
Uang giral adalah uang yang dikeluarkan oleh bank-bank komersial melalui pengeluaran cek dan alat pembayaran giro lainnya. Uang giral ini merupakan simpanan nasabah di bank yang dapat diambil setiap saat dan dapat dipindahkan kepada orang lain untuk melakukan pembayaran. Artinya cek dan giro yang dikeluarkan oleh bank manapun bisa digunakan sebagai alat pembayaran barang, jasa dan utang. Kelebihan uang giral sebagai alat pembayar adalah:
i)        Kalau hilang dapat dilacak kembali sehingga tidak bisa diuangkan oleh yang tidak berhak.
ii)      Dapat dipindahtangankan dengan cepat dan ongkos yang rendah.
iii)    Tidak diperlukan uang kembali sebab cek dapat ditulis sesuai dengan nilai transaksi.
Namun di balik kelebihan sistem ini, sesungguhnya tersimpan bahaya besar. Kemudahan perbankan menciptakan uang giral – ditambah dengan instrumen bunga bank – membuka peluang terjadinya uang beredar yang lebih besar daripada transaksi riilnya. Inilah yang kemudian menjadi pertumbuhan ekonomi yang semu (bubble economy).

Pengertian Pasar

Posted: Agustus 26, 2010 in Ekonomi
0
Pasar adalah tempat dimana terjadi interaksi antara penjual dan pembeli. (Chourmain, 1994: 231) Ada juga yang menatakan bahwa pasar merupakan pusat dan ciri pokok dari jalinan tukar-menukar yang menyatukan seluruh kehidupan ekonomi. (Belshaw, 1981: 98) Sementara itu Majid (1988:308) mencoba untuk merincikan bahwa di dalam pasar terdapat tiga unsur, yaitu: penjual, pembeli dan barang atau jasa yang keberadaannya tidak dapat dipisahkan. Pertemuan antara penjual dan pembeli menimbulkan transaksi jual-beli, akan tetapi bukan berarti bahwa setiap orang yang masuk ke pasar akan membeli barang, ada yang datang ke pasar hanya sekedar main saja atau ingin berjumpa dengan seseorang guna mendapatkan informasi tentang sesuatu. Samuelson (2004:29) mengatakan pasar adalah sebuah mekanisme yang -dimana- (penulis) para pembeli dan penjual berinteraksi untuk menentukan harga dan melakukan pertukaran barang dan jasa.
Dalam arti yang paling luas, pasar tidaklah harus berarti suatu tempat, tetapi suatu institusi yang menjadi ajang operasi-operasi kekuatan yang menentukan harga. Dengan kata lain, dalam pasarlah pemasok dan permintaan beroperasi. (LeRoy Miller, 2000:23) Menurut Gregory Mankiw (2000:75) pasar adalah sekumpulan pembeli dan penjual dari sebuah barang tertentu. Menurut William A. Mceachern (tt.:98), pasar adalah sesuatu yang memungkinkan pembeli dan penjual melakukan pertukaran yang saling menguntungkan.
Pasar merupakan pranata penting dalam kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat. Pasar sudah dikenal sejak masa Jawa Kuno yaitu sebagai tempat berlangsungnya transaksi jual beli atau tukar menukar barang yang telah teratur dan terorganisasi. Hal ini berarti pada masa Jawa Kuno telah ada pasar sebagai suatu sistem. (Nastiti, 2003: 13) Maksudnya adalah pasar yang mempunyai suatu kesatuan dari komponen-komponen yang mempunyai fungsi untuk mendukung fungsi secara keseluruhan, atau dapat pula diartikan pasar yang telah memperlihatkan aspek-aspek perdagangan yang erat kaitannya dengan kegiatan jual-beli, misalnya adanya lokasi atau tempat, adanya ketentuan pajak bagi para pedagang, adanya pelbagai macam jenis komoditi yang diperdagangkan, adanya proses produksi, distribusi, transaksi dan adanya suatu jaringan transportasi serta adanya alat tukar.

0 komentar:

Posting Komentar